Gambaran Pendonor Sukarela yang Ditolak Sementara di UDD PMI Kabupaten Bantul Tahun 2025
Keywords:
pendonor sukarela, penolakan sementara, seleksi donor darahAbstract
Penundaan sementara bagi calon pendonor darah merujuk pada situasi di mana seseorang belum memenuhi persyaratan kesehatan sehingga tidak dapat mendonorkan darahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pendonor sukarela yang mengalami penundaan sementara di Unit Transfusi Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul pada tahun 2025, khususnya terkait jenis kelamin, kadar hemoglobin, dan tekanan darah. Metode deskriptif kuantitatif dengan desain retrospektif digunakan dalam penelitian ini, dengan memanfaatkan data sekunder dari formulir skrining pendonor tahun 2025. Sampel penelitian terdiri dari 3.867 pendonor yang dipilih melalui teknik purposive sampling; data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan sementara lebih sering terjadi pada pendonor perempuan (51,84%) dibandingkan pendonor laki-laki (48,15%). Penundaan akibat kadar hemoglobin rendah dan tekanan darah rendah lebih banyak ditemukan pada perempuan. Disimpulkan bahwa perempuan lebih rentan mengalami penundaan sementara terutama akibat hemoglobin rendah. Temuan ini diharapkan dapat memberikan masukan berharga bagi UTD PMI Kabupaten Bantul untuk meningkatkan edukasi bagi pendonor sehingga dapat mengurangi tingkat penundaan sementara.
References
[1] Kemenkes RI, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah. KEMENKES, RI, 2015.
[2] World Health Organization, Blood Donor Selection: Guidelines on Assessing Donor Suitability for Blood Donation. World Health Organization, 2012. Accessed: Dec. 02, 2025. [Online]. Available: https://iris.who.int/handle/10665/76724
[3] D. Armayanti, A. Purnamaningsih, Y. Astuti Prodi Teknologi Bank Darah, F. Kesehatan, and U. Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, “Gambaran Penangguhan Pendonor Di Unit Donor Darah PMI Kota Yogyakarta Tahun 2022,” Jurnal Sehat Mandiri, vol. 18, pp. 11–23, Dec. 2023, doi: https://jurnal.poltekkespadang.ac.id/ojs/index.php/jsm/issue/archive.
[4] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: ALFABETA, CV, 2017.
[5] A. N. Fadillah, C. Roosarjani, T. Wahyuono, and P. Akbara Surakarta, “ARRAZI: Scientific Journal of Health Effect of Hematocrit Level of Blood Donors on Duration of Blood Collection,” Arrazi: Scientific Journal of Health, vol. 3, pp. 333–342, 2025.
[6] U. Khalidah, R. Puspita, R. Ariani, P. Bina Trada Jl Sambiroto Raya No, and T. Kota Semarang, “Kuantitas Pendonor Darah Berdasarkan Jenis Kelamin dan Golongan Darah Pada Bulan Januari Tahun 2023 Di UDD PMI Semarang,” Jurnal Komunikasi Kesehatan, no. 1, 2024.
[7] Y. Aulya, J. A. Siauta, and Y. Nizmadilla, “Analisis Anemia pada Remaja Putri,” Jurnal Penelitian Perawat Profesional, vol. 4, 2022, [Online]. Available: http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP
[8] Cahyani and Sulastri, “Kadar hemoglobin pada remaja putri yang sedang menstruasi di desa Donoyudan Kalijambe Sragen,” Holistik Jurnal Kesehatan, vol. 18, no. 5, pp. 577–583, Jul. 2024, doi: 10.33024/hjk.v18i5.195.
[9] Sya’bani, Andriyani Andriyani, and Nurmalia Lusida, “Tinjauan Anemia pada Remaja Putri : Analisis Faktor Resiko dan Implikasi Kesehatan Jangka Panjang,” Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan, vol. 3, no. 3, pp. 255–269, May 2025, doi: 10.61132/obat.v3i3.1353.
[10] D. Adriani and T. Fadilah, “Peran Kadar Hemoglobin Pada Kebugaran Jasmani Remaja,” Jurnal Penelitian Dan Karya Ilmiah Lembaga Penelitian Universitas Trisakti, vol. 8, no. 2, pp. 199–214, Feb. 2023, doi: 10.25105/pdk.v8i2.14312.
[11] L. O. N. Salam, Mulyati, S. Yunus, and R. Z, “Hubungan Usia dan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Hipertensi,” JIKKHC, vol. 06, no. 02, Jul. 2023.
[12] A. Lydia, S. Setiati, C. H. Soejono, R. Istanti, J. Marsigit, and M. K. Azwar, “Prevalence of prehypertension and its risk factors in midlife and late life: Indonesian family life survey 2014–2015,” BMC Public Health, vol. 21, no. 1, Dec. 2021, doi: 10.1186/s12889-021-10544-y.

