Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Tekanan Darah Pada Buruh Tani

Authors

  • Fladia Ardena Poltekkes Bhakti Setya Indonesia Author
  • Windadari Murni Hartini Author
  • Rudina Azimata Rosyidah Author
  • Rendi Ariyanto Sinanto Author

Keywords:

Aktivitas Fisik, Tekanan Darah, Buruh Tani

Abstract

Tekanan darah merupakan syarat penting dalam seleksi donor darah yang salah satunya dipengaruhi oleh aktivitas fisik. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Kelompok Tani Ngaglik Pithisari, Wonoroto, Kelurahan Gadingsari, aktivitas fisik buruh tani masih tergolong berat. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross-sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan tekanan darah pada buruh tani di Kelurahan Gadingsari, Sanden, Bantul. Sampel penelitian melibatkan 30 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dalam satuan Metabolic Equivalent of Task (MET), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital. Data kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (a = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (73,3% atau 22 orang) memiliki aktivitas fisik berat dan tekanan darah normal, sementara 26,7% (8 orang) memiliki aktivitas fisik sedang dan mengalami hipertensi. Hasil uji Chi-Square menghasilkan nilai p-value = 0,071 (p > 0,05), yang menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan tekanan darah pada buruh tani di Kelurahan Gadingsari, Sanden, Bantul.

References

[1] WHO, “Aktivitas fisik.” Accessed: Oct. 27, 2025. [Online]. Available: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/physical-activity

[2] BKPK, “Aktivitas Fisik Penduduk Indonesia,” https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/aktifitas-fisik-penduduk-indonesia/. Accessed: Jun. 21, 2026. [Online]. Available: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/aktifitas-fisik-penduduk-indonesia/

[3] WHO, “Hipertensi,” World Health Organization.

[4] Dinas Kesehatan DIY, “Dinas Kesehatan DIY.” Accessed: Oct. 27, 2025. [Online]. Available: https://jej4tnyc.jogjaprov.go.id/artikel/detail/hipertensi-bukan-cuma-penyakit-orang-tua-anak-muda-usia-7-17-tahun-juga-bisa-kena-hipertensi

[5] Kementerian Kesehatan, “Hipertensi Disebut sebagai Silent Killer, Menkes Budi Imbau Rutin Cek Tekanan Darah.” Accessed: Oct. 27, 2025. [Online]. Available: https://kemkes.go.id/eng/%20hipertensi-disebut-sebagai-silent-killer-menkes-budi-imbau-rutin-cek-tekanan-darah

[6] A. M. Triana, R. Alfarisi, S. Anggraeni, and Teddy, “Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Tekanan Darah Pada Karyawan Di Universitas Malahayati Bandar Lampung,” Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, vol. 11, no. 6, pp. 1252–1260, Jun. 2024, doi: https://doi.org/10.33024/jikk.v11i6.14996.

[7] N. Khoiriyah and Amalia, “Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Tekanan Darah Pada Masyarakat Penderita Hipertensi Di Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2022,” Jurnal Kesehatan Bina Husada, vol. 16, no. 3, pp. 43–47, Jun. 2024, doi: https://doi.org/10.58231/jkbh.v16i02.212.

[8] M. Sihotang and Y. Elon, “Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Tekanan Darah Pada Orang Dewasa,” CHMK Nursing Scientific Journal, vol. 4, no. 2, pp. 199–204, Apr. 2020, Accessed: Sep. 26, 2025. [Online]. Available: https://cyber-chmk.net/ojs/index.php/ners/article/view/787

[9] Heriyanto, I. Sari, Aristoteles, and Bastian, “Analisis Aktivitas Fisik Ringan dan Berat Terhadap Kadar Hemoglobin,” Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA, vol. 5, no. 1, pp. 211–216, Feb. 2022, doi: 10.32524/jksp.v5i1.406.

[10] M. W. Hartini, Hristina Roosarjani, and A. Y. Dewi, “Buku ajar teknologi Bank Darah (TBD): metodologi penelitian dan statistik.” Accessed: Nov. 26, 2025. [Online]. Available: https://books.google.co.id/books?id=6X7LEAAAQBAJ&lpg=PA1&ots=VVim-YwuBi&lr&hl=id&pg=PA6#v=onepage&q&f=false

[11] S. Widodo et al., Buku Ajar Metode Penelitian, 1st ed. CV SCIENCE TECHNO DIRECT PERUM KORPI, PANGKALPINANG, 2023.

[12] I. U. Onwuakagba, S. J. Obiekwe, E. C. Okoye, F. C. Kanu, I. A. Amaechi, and C. O. Akosile, “The Igbo version of the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ)- A cross-cultural adaptation study,” Journal of Activity, Sedentary and Sleep Behaviors 2024 3:1, vol. 3, no. 1, pp. 1–9, Sep. 2024, doi: 10.1186/S44167-024-00061-9.

[13] A. Singh and B. Purohit, “Evaluation of Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) among Healthy and Obese Health Professionals in Central India,” Balt. J. Health Phys. Act., vol. 3, no. 1, Apr. 2011, doi: 10.2478/v10131-011-0004-6.

[14] Kementerian RI, Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.01.07/MENKES/4634/2021 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Hipertensi Dewasa. 2021, p. 10.

[15] Nurlela, D. Octaviana, and E. N. Fitriyani, “Tampilan Studi Prevalensi dan Faktor Risiko Hipotensi pada Remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Lumbir Tahun 2024,” Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna, vol. 4, no. 3, pp. 212–221, Sep. 2025, doi: https://doi.org/10.69677/avicenna.v4i3.184.

[16] N. I. A. Anwar, Hasmyati, and M. Zulfikar, “Tingkat Aktivitas Fisik Mahasiswa: Studi Global Physical Activity Questionnaire,” Indonesian Journal of Physical Activity, vol. 4, no. 2, pp. 262–269, Dec. 2024, doi: 10.59734/ijpa.v4i2.102.

[17] Permenkes 91, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 91 Tentang Standar Pelayanan Darah. 2015, pp. 1–290.

[18] M. P. Faramida Muchlis, U. N. Muttalib, and N. Syam, “Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Petani Bawang Merah di Desa Dulang Kecamatan Malua,” Window of Public Health Journal, vol. 5, no. 5, pp. 761–773, Oct. 2024, doi: 10.33096/WOPH.V5I5.2106.

Downloads

Published

2026-07-25

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.