Perbedaan Hasil Pemeriksaan Kadar Hemoglobin Metode Cupri Sulfat dan Hb Meter pada Sampel Darah Kapiler
Keywords:
Cupri sulfat, Hb Meter, HemoglobinAbstract
Pemeriksaan kadar hemoglobin dapat diukur dengan Hb meter yang merupakan alat pemeriksaan dengan metode POCT (Point of Care Testing) menggunakan sampel whole blood. Pemeriksaan kadar hemoglobin juga bisa diukur dengan Cupri Sulfat (CuSO4) yang masih banyak digunakan oleh UTD di daerah karena ketersediaannya yang mudah, efektivitas biaya dengan metode pembacaan ekuivalensi gravitasi saat penetesan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan kadar hemoglobin pada penggunaan Hb meter dan Cupri Sulfat Bj 1.053. Jenis penelitian Quasi experimental design ini untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin metode Hb meter dan Cupri Sulfat pada 48 mahasiswa D3 TBD Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia. Analisis data menggunakan uji Independent Sample T-Test dan hasilnya menunjukkan bahwa pemeriksaan Hb metode Cupri Sulfat didapatkan kadar Hb normal sebanyak 35 mahasiswa (72,9%), sedangkan kadar Hb tidak normal sebanyak 13 mahasiswa (27,1%). Pada penggunaan alat Hb meter didapatkan kadar Hb normal sebanyak 34 mahasiswa (70,8%), sedangkan kadar Hb tidak normal sebanyak 14 mahasiswa (29,1%). Rata-rata nilai kadar hemoglobin pada alat Hb meter adalah 13,6 gr/dl. Hasil uji Independent Sample T-Test didapatkan nilai p-value = sig 0,000 yang artinya Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara metode Hb meter dengan Metode Cupri Sulfat.
References
[1] Kemenkes, "Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah", 2015. [Online]. Available: https://peraturan.go.id/id/permenkes-no-91-tahun-2015
[2] Kemenkes, "Permenkes RI No.83 Th 2014 Unit Transfusi Darah, Bank Darah Rumah Sakit, dan Jejaring Pelayanan Transfusi Darah", 2014. [Online]. Available: https://peraturan.go.id/id/permenkes-no-83-tahun-2014
[3] Harsiwi, U. B., and Arini, L. D. D., "Tinjauan kegiatan donor darah terhadap kesehatan di PMI Karanganyar, Jawa Tengah Tahun 2018". Infokes: Jurnal Ilmiah Rekam Medis Dan Informatika Kesehatan, vol. 8, no. 1, 2018.
[4] Astuti, Y., and Artini, D., "Pemeriksaan golongan darah dan kadar hemoglobin pada calon pendonor darah di Puslatpur, Playen, Gunung Kidul". Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 3, no. 3, pp. 433–438, 2019.
[5] Novitasari, N. K. G., "Hubungan Pengetahuan Gizi dan Asupan Zat Besi (Fe) dengan Kadar Hemoglobin Tenaga Kerja Wanita", Diploma Thesis, Poltekkes Kemenkes Denpasar Jurusan Gizi, 2021.
[6] Rahmatullah, W., Abdullah, S., and Mardiyaningsih, A., "Perbedaan Kadar Hemoglobin Menggunakan Metode Hb Meter dan Hematology Analyzer". Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences), vol. 12, no. 1, 56–63, 2023, [Online]. Available: https://jurnal.ikta.ac.id/keperawatan/id/index, https://www.researchgate.net/publication/372460229
[7] Fitriani, N., "Verifikasi Pemeriksaan Hemoglobin Metode Sianmethemoglobin Menggunakan Alat Hb Meter", Karya Tulis Ilmiah. D3-Analis Kesehatan STIKes BTH Tasikmalaya, 2019.
[8] Sholekah, L., "Perbedaan kadar hemoglobin darah vena dengan darah kapiler metode cupri sulfat", Diploma Thesis, Universitas Muhammadiyah Semarang, 2018, [Online]. Available: http://repository.unimus.ac.id:443/id/eprint/2330
[9] Sulistyowati, A., "Gambaran Pemeriksaan Kadar Hemoglobin Menggunakan Metode Cupri Sulfat Dengan Hemocue Hb Meter Pada Pendonor Di PMI Kabupaten Blitar", Diploma Thesis, Poltekkes Kemenkes Surabaya, 2020.
[10] Sugiyono, P., Metodologi penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: Alpabeta, 2018.
[11] Notoatmodjo, S., Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, 2018.
[12] Ellym, A.A., "Gambaran Kadar Hemoglobin Pada Mahasiswi (Studi Di Prodi D III Analis Kesehatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Medika Jombang). Diploma Thesis. Stikes Insan Cendekia Medika Jombang, 2019.
[13] Yuanti, Y., Damayanti, Y. F., & Krisdianti, M., "Pengaruh Pemberian Tablet Fe Terhadap Kenaikan Kadar Hemoglobin Pada Remaja", Jurnal Ilmiah Kesehatan & Kebidanan, vol. 9, no. 2, pp. 1–11, 2020.
[14] Fadlilah, S., "Faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar hemoglobin (Hb) pada mahasiswa keperawatan angkatan 2013 Universitas Respati Yogyakarta", Indonesian Journal On Medical Science, vol. 5, no. 2, pp. 168-175, 2018.
[15] Choudhari, N., Das, S., & Kumar, R., "Comparison of Haemoglobin Estimation of Blood Donors by Specific Gravity Method, HemoCue Method and Automated Haematology Cell Analyzer". Advances in Human Biology, vol. 12, no. 3, pp. 312-315, 2022. DOI: 10.4103/aihb.aihb_100_22 https://journals.lww.com/adhb/fulltext/2022/12030/comparison_of_haemoglobin_estimation_of_blood.19.aspx
[16] Arini,F.Y., Handayati,A., Astuti, S.S.E., and Anggraini, A.D., "Uji Komparasi Hasil Pemeriksaan Hemoglobin Menggunakan Hematology Analyzer dan Hemoglobin Meter pada Pasien Kadar Normal dan Abnormal Rendah", Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, vol. 14, no. 1, pp. 235-238, 2024. http://dx.doi.org/10.33846/sf14150
[17] Suryadi, D., Ekowati, L., & Ningrum, N., "Perbedaan Hasil Pemeriksaan Kadar Hemoglobin Metode Cyanmethemoglobin dan Point of Care Testing pada Mahasiswa DIII TeknologiLaboratorium Medis", Jurnal Insan Cendekia, vol. 12, no. 2, pp. 221-233, 2025. https://doi.org/10.35874/jic.v12i2.1503